Langkahku


Sebuah refleksi personal  sang petualang.

Nampak seperti seorang pesakitan, dia sedih, meneteskan air mata, depresi, stres dan khawatir. Realitas sangat kejam, karena sudah terbiasa sakit, mengadu pun tak pernah di dengarkan. Ia sajikan ke tidak peduliannya ke dalam segala hal. Padahal dia memikirkan setiap detailnya dan bagaimana dia harus menyikapinya.

Hanya lewat tulisan dia bisa bercerita,paragraf demi paragraf pun tersusun sambil dia bertanya apa kesalahan terbesarnya hingga bisa jadi seperti ini,Berkeluh kesah  kepada siapapun dia rasa tak perlu, mereka tak ada waktu untuk mendengarkan keluhan orang asing dan dia yakin mereka tak benar-benar peduli. Jadi dipilih lah jalan pelarian, meyakinkan diri bahwa diri sendirilah yang menentukan bahagia atau tidaknya, dan lanjutkan lah perjalananmu sang perantau, Tak lain hanya untuk mengurangi kekhawatiran, dan menemukan permatanya yang hilang ntah dimana.

Sendirian,itu pilihanya saat ini bukan berarti tak ada yang mau menemani, tetapi dia lebih nyaman begitu. Sendirian berarti memilih untuk sendiri, dan ber evaluasi guna memantaskan diri. Dan dia paham sekali akan resikonya, sendirian membuat hidupnya lebih tenang untuk beberapa saat, walaupun harus melewati ruang hampa yang begitu padat tiap waktu, dengan begitu jiwa nya tertempa, dan berharap lebih dewasa.

Dia sengaja menyendiri, mempersiapkan hati hingga ia benar-benar yakin, tak lain agar ia siap untuk mencinta sepenuhnya “kembali”. Pengalaman menegur nya setiap hari, beberapa insan dia lukai perasaanya dan semua diluar kendalinya karena fokus nya cuman satu yaitu membahagiakan seseorang yang ia sebut kenyamanan,  karena dia jatuh hati sebelum menyiapkan hati untuk mencinta sepenuhnya . Karena itu, ini bentuk teguran keras untuk nya, dan upaya untuk menebus rasa bersalah pun sekarang hanya dianggap sebelah mata,biar saja mungkin dia pantas untuk mendapatkanya.

Dia hanya berharap ketika hati nya sudah siap  dan matang. Ada yang singgah  untuk sekedar menanam benih harapan, dan merawatnya sampai tumbuh kembali.serta Berharap ada yang mau meyakinkan kembali apa yang telah di ragukan, berharap ada yang mau mengeluarkan nya kembali dari sisi gelap dan membimbing nya ke arah jalan yang terang berisi harapan.

Dan jika suatu saat ada orang yang memilih berkorban untuk mendampinginya membaca tulisan ini Maaf, dia  juga membutuhkan pundakmu untuk di tangisi, ia juga membutuhkan telingamu untuk mendengar keluhan nya dan ia juga membutuhkan perhatianmu sepanjang waktu,kapan pun itu.

Dan Pada akhirnya, setiap hati manusia butuh tumpuan, untuk menjaga keseimbangan. Tak ada hati yang kuat kosong selamanya, semakin lama kosong semakin rapuh ia. Namun kekosongan akan membuatnya semakin siap untuk diisi dan semakin siap untuk mencinta sepenuhnya.

Lanjutkanlah Perjalananmu
Karena Hidup Berproses,

Di perjalanan dari Kota Istimewa Menuju Batavia.

Comments

Popular posts from this blog

Mengingat Kembali

Belajar Kembali